Biara Mater Ecclesiae, Rumah Baru Paus Benediktus XVI

Bookmark and Share


Di masa pensiunnya, Paus akan pindah ke biara pertapaan untuk hidup doa dan kontemplasi. Rumah barunya tersebut adalah Biara Mater Ecclesiae.
vatican,katolikAlun-alun St.Peter, Vatican. Biasanya digunakan umat Katolik untuk menanti keputusan siapa pemimpin Takhta Suci berikutnya. (Thinkstockphoto)
Keputusan Paus Benediktus XVI untuk meletakkan Takhta Suci pada penghujung bulan Februari 2013 ini, lantas diikuti dengan pertanyaan, selanjutnya di mana Paus Benediktus akan tinggal menghabiskan waktu pensiun?
Pertanyaan terjawab ketika Vatikan mengumumkan dalam beberapa bulan ke depan Sri Paus akan menempati Biara Mater Ecclesiae, yang kini tengah direnovasi. Biara itu adalah biara pertapaan yang letaknya tersendiri, walau berada dalam lingkungan kompleks Vatican Gardens.
"Setelah renovasi selesai, Bapa Suci akan pindah permanen ke biara itu untuk hidup dalam doa dan kontemplasi," ungkap Pastor Federico Lombardi, Kepala Kantor Pers Vatikan dalam konferensi pers.
Biara Mater Ecclesiae dahulu dibangun pada 1992 oleh Paus Yohanes Paulus II, tujuannya untuk menciptakan rumah bagi komunitas biara internasional yang ingin menjalani kehidupan tapa kontemplatif di dalam Kota Vatikan.
Selama 19 tahun terakhir, kelompok-kelompok biarawati berotasi mengisi biara dalam periode tertentu. Tugas utama mereka yaitu membaktikan diri dalam pelayanan religius seperti doa dan devosi. Mereka pula membantu menyulam pakaian kepausan dan menumbuhkan kebun organik kecil serta taman mawar di samping kediaman mereka. Pada bulan November lalu, biara itu sudah dikosongkan dan segera dimulai pekerjaan renovasi.
Sementara menanti renovasi Paus Benediktus XVI dikatakan akan tinggal Rumah Peristirahatan Kepausan di Castel Gandolfo, yang biasanya menjadi rumah musim panas para Paus, sekitar 24 kilometer di tenggara Roma.
Sepanjang sejarah, pimpinan Gereja Katolik yang mengundurkan diri dari jabatannya hanya segelintir. Yang terakhir kali mundur secara resmi di tahun 1415 merupakan Gregorius XII.
"Paus Gregorius tatkala itu mengundurkan diri demi mengakhiri perpecahan Skisma Barat (Great Western Schism), sehingga dapat ditunjuk Paus baru pengganti," terang Donald Prudlo, seorang profesor sejarah di Jacksonville State University di Alabama.
Paus Benediktus XVI mengatakan mengenai pengunduran dirinya, "Saya melakukan ini dengan penuh kebebasan dan demi kebaikan Gereja."
Kardinal Joseph Ratzinger asal Jerman dipilih sebagai Paus di konklaf April 2005, dalam usia 78 tahun. Dengan memilih mengundurkan diri, ketika fisiknya dirasa sudah tidak mampu lagi mendukung kegiatan sebagai pemimpin umat Katolik.
(Gloria Samantha. National Geographic News, AFP)